Ciri-ciri
Kebahasaan Teks Laporan Percobaan
Ada beberapa hal
yang dapat diamati terkait dengan kecenderungan pemakaian bahasa dalam teks
laporan percobaan, yakni penggunaan konjungsi urutan; kata
bilangan; pemakaian istilah khusus; kalimat perintah.
1.
Menggunaan
kata-kata yang menunjukkan urutan atau langkah. Untuk menunjukkan hal tersebut,
pada umumnya digunakan konjungsi urutan. Konjungsi ini ditandai dengan
penggunaan katasesudah, sebelumya, lalu,
mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu. Konjungsi, yang juga
dinamakan kata sambung, adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa
yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa
(Alwi, 2003). Jenis konjungsi, yaitu:
a.
Konjungsi antarkalimat menghubungkan
antara kalimat satu dengan kalimat lain. Oleh karena itu, konjungsi ini selalu
memulai kalimat baru. Contoh konjungsi antarkalimat antara lain sesudah
itu, setelah itu, selanjutnya, namun, akan tetapi, oleh karena itu, oleh sebab
itu, dan sebelum itu.
b.
Konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satuan-satuan kata
dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa. Contoh konjungsi intrakalimat antara lain sesudah, setelah, sejak,
sementara, selama, ketika, jika, kalau, bila, agar, supaya, biar, maka, dan
sehingga.
2.
Menggunakan
kata bilangan yang biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata pertama,kedua, ketiga, dan seterusnya.
Kata bilangan dibagi menjadi dua macam yakni kata bilangan takrif (tentu) dan
kata bilangan tak takrif (tak tentu).
2.1.
Kata bilangan takrif terbagi atas:
a.
Kata bilangan utama
(kardinal), terbagi atas:
1)
Kata bilangan penuh adalah kata bilangan utama yang
menyatakan jumlah tertentu dan dapat berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain.
Contoh:Satu, dua, tiga,
tujuh, sepuluh, lima puluh ribu,tiga miliar
Kata bilangan utama
dapat dihubungkan langsung dengan satuan waktu, harga uang, ukuran, panjang,
berat, isi dan sebagainya.
2)
Kata bilangan pecahan adalah kata bilangan yang terdiri atas
pembilang dan penyebut yang dibubuhi partikel per-
Contoh:
2/3 = dua pertiga
4/7 = empat pertujuh
½ = satu perdua,
separuh, setengah
3)
Kata bilangan gugus (sekelompok bilangan)
Contoh:
Gros = 144 atau 12
lusin
Lusin = 12
Kodi = 20
Abad = 100 tahun
Windu = 8 tahun
Milenium = 1000 tahun
b.
Kata bilangan tingkat
adalah kata bilangan takrif yang melambangkan urutan dalam jumlah dan
berstruktur ke+Num.
Contoh: Kesatu, kedua, kesepuluh,
keseratus
2.2.
Kata bilangan tak takrif adalah
kata bilangan yang menyatakan jumlah yang tak tentu.Contoh:Suatu,
beberapa, tiap-tiap, berbagai, segenap, sekalian, semua, seluruh, sebagian, dan
segala.
3.
Menggunakan
istilah khusus (teknis). Istilah adalah
kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses,
keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Untuk mencari makna suatu
istilah kita dapat menggunakan kamus. Bukan kamus umum, melainkan kamus istilah.
Terdapat beberapa macam kamus seperti kamus ekonomi, kesehatan, kedokteran, dan
sebagainya (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasioanl, 2007).
4.
Banyak
menggunakan kalimat perintah. Misalnya, sambungkan
pipa besi 2 meter dengan pipa berukuran
30 cm.
Hasan
Alwi (2003) menyebutkan ciri formal kalimat perintah seperti berikut.
a.
Intonasi
yang ditandai nada rendah di akhir tuturan.
b.
Pemakaian
partikel penegas dan kata tugas ajakan, harapan, permohonan, dan larangan. Kalimat perintah menggunakan pola inversi, yaitu
predikat mendahului subjek (PS).
Kalimat perintah dalam ilmu kebahasaan
disebut dengan kalimat imperatif. Ditinjau
dari isinya, kalimat imperatif dapat diperinci menjadi enam golongan yaitu
perintah atau suruhan, perintah halus, permohonan, ajakan dan harapan, larangan
atau perintah negatif, dan pembiaran.
5.
Menggunakan
kata rujukan adalah kata yang
menunjuk pada kata lain yang telah digunakan sebelumnya sebagai pengganti dari
kata aslinya.Kata
rujukan sendiri terbagi menjadi 3 jenis yaitu 1) kata rujukan benda atau hal: ini,
itu, tersebut, 2) kata rujukan tempat: disini, disana, disitu, 3) kata rujukan
orang atau personil atau yang kedudukannya sama seperti orang/makhluk hidup, contohnya:
dia, ia, beliau, mereka.

0 Comments